Ayah, Ibu, di setiap detikku

Ibu dan Ayah. adalah dua orang yang sangat berjasa dalam hidup. memberi tanpa meminta apalagi minta dengan paksa. itulah orang tuaQ. entah denga yang lainnya. ada yang berkisah, kalo orang tuanya telah gini dan begitu. bagiQ setiap cerita, kisah atau kenagan bersama beliau berdua adalah kebahagiaan dan keindahan tak tertandingi. walaupun kata temenQ orang tuanya jahat, kurang memperhatikannya, setelah Ibunya meninggal dia malah bersedih berkepanjangan.
kasih sayang ibu, tidaklah lebih kecil dari kejahatan yang kita rasa. dan bahkan, itu hanyalah perasaan kita saja bahwa beliau itu jahat. hanya karena keinginan tidak di penuhi, ato hanya karena di suruh ini dan itu, lantas kita memvonis ortu kita jahat? kesalahan besar jika demikian. mereka melakukannya dengan rasa sayang karena mungkin mereka sudah tau apa konsekwensi bagi kita jika menyetujui keinginan kita.
perlu diingat, ortu qta pernah ABG. jadi, wajar jika mereka merasa tau apa yang akan terjadi apabila kita melakukan sesuatu.
Ayah, Ibu…. kerinduanQ pada kalian ingin Q tuang di blog ini. berapa bulan Q tidak melihat kalian tidak lah penting karena ternyata di setiap detikku adalah rindu untuk kalian. Ayah, Ibu, adakah kerinduan ini juga dirasa oleh kalian?
hidup memang tidak lama dan tidak terlalu cepat. maka, kalian berpesan di suatu hari “jadilah yang berarti untuk dunia dan semua, karena itu jelajahi dunia ini terlebih dulu”. bagaimana aku akan menjelajahi dunia jika rindu terus merundungku pada kalian? pertanyaanQ pada seseorang di tempat yang sudah Q lupa. Ayah, Ibu, kalian tau gak apoa jawab orang tiu? dia bilang dunia bisa di jelajahi dengan menjadi penulis. dengan utlisan, kita bisa jadi apa dan ada di mana saja. sejak saat itu, aku bercita-cita jadi penulis. karena akhirnya aku pun meyakini, kalo kalian menginginkan aku menjadi penulis. walopun keinginan itu tidak disampaikan dengan terang-terangan. IBu, Ayah… do’akan selalu anakmu ini menjadi penulis agar bisa menjelajahi dunia lalu menjadi berguan untuk semua. amien

« Entri lama